Rabu, 21 April 2021

Kenali diri Sendiri dan menerimanya.

Mengapa begitu? Mengapa harus menerimanya? 

Apa ada dari kalian yang masih berfikir jika setiap dari kita pasti menerima diri sendiri?  Menurut saya, tidak.  

Kebanyakan dari manusia masih bertabiat menolak diri sendiri dan berusaha menjadi orang lain hanya karena terobsesi kelebihan mereka (orang yang diobsesikan).

Menjadi diri sendiri bukanlah hanya menjadi apa yang kita inginkan. Melainkan menerima apa yang kita miliki lalu mengembangkannya. 

Tidak salah saat seseorang ingin memiliki kemampuan seperti orang lain. Namun perlu diperhatikan, saat kita belajar menjadi orang lain tanpa menerima diri kita sendiri itu hanya akan membuat kita lelah lelah dan lelah. Tidak jarang pribadi seperti ini (yang menolak diri sendiri) akan merasa jenuh dan atau sia-sia bahkan saat mereka sudah mendapati kesuksesan.

Mengapa kita malah mengejar posisi rang lain sedang kita sendiri sebenarnya bisa berdiri tegak disampingnya?

Kenali diri sendiri dan terima!
Seandainya berat, paksa!! 

Jika masih belum bisa menerima diri sendiri, kita pun perlu waspada jika dalam diri kita ada kedengkian dan kesombongan. Kita terlalu menuruti hawa nafsu kita untuk menjadi apa yang kita inginkan. Lalu kita lalai, jika sebenarnya Allah memberikan kelebihan lain pada kita yang tak pernah kita anggap.

Bisa dibilang, pribadi seperti diatas berkarakter 'Suka menyakiti diri sendiri'.

Ternyata, dari sekian pengalaman yang saya temui, masih banyak orang yang tidak menyadari hal itu. Tidak menyadari bahwa diri mereka berusaha menjadi orang lain dan melupakan diri sendiri.

Bagaimana kita tau, kita sudah menjadi diri sendiri atau berusaha menjadi orang lain?
( Pertanyaan diatas akan saya bahas lain kali, insyaAllah. Agar artikel ini tidak terlalu panjang dan njenengan gak jenuh pegel baca ). Hehe


Salam Literasi ❤️
Ulya Millati

Kamis, 11 Maret 2021

Mengatasi Minder

Punya rasa takut berlebihan?

Merasa minder mengenal banyak orang?

Sebelum mengobati diri sendiri, akan lebih baik jika kita mencari tau lebih dulu apa penyebabnya.

Segala hal yang berlebihan pasti tidak baik. Rasa takut yang berlebihan dalam diri, dapat diatasi. Dapat diperbaiki. Dengan lebih mengenal diri sendiri dan menerimanya.

Menerimanya?? Kenapa harus menerima diri sendiri? Apakah ada yang menolak diri sendiri?

Ya.. banyak sekali manusia yang masih tidak mau dan tidak bisa menerima diri sendiri.

Mereka masih selalu terobsesi dengan orang lain dan ingin menjadi orang lain. Hingga mereka menolak potensi dalam diri mereka sendiri. Pembahasan ini dilanjut artikel selanjutnya.

Kembali pada pembahasan awal, bagaimana menghadapi takut berlebihan? Jawabanku, dengan Menghadapi Ketakutan tersebut. 

Namun, menghadapi ketakutan ini bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Hal ini juga tidak selalu bisa dipaksakan, seringkali sikap 'paksa' beresiko pada mental orang tersebut. Tidak jarang malah menimbulkan trauma berkepanjangan.

Jika begitu, maka langkah yang dipakai bisa dengan 'mengenali diri sendiri'. Dimulai dari Jujur Pada Diri Sendiri. Kejujuran ini bukanlah dengan bentuk curhat atau 'sambat' (berkeluh kesah pada orang lain; jawa.red). Namun, jujur pada sendiri adalah dengan mengakui pada diri sendiri apa yang menyebabkan kita takut. Jika perlu tulis. Menulis sebuah pengakuan itu diperlukan. Karena jika hanya tertanam dalam pikiran, seringkali kita bersikap lupa dan tidak peduli.

Lalu bagaimana cara untuk jujur pada diri sendiri, padahal kita sering tidak tau apa penyebab ketakutan diri kita?

Artikel selanjutnya, insyaAllah akan membahas hal diatas.

Semoga bermanfaat. 

Salam manis penulis. Choco_cis.

==================================

Salam kenal teman pembaca 😃

Penulis artikel juga seorang distrubutor Novel dan Jilbab Premium.

Bisa kunjungi akun www.instagram.com/choco_cis



Sekian. 

Terimkasih.

****


 

 

 

 

 

 

Minggu, 07 Maret 2021

Manusia Memiliki Cara-Cara Berbeda Dalam Memahami Ilmu

Assalamu'alaikum...

Salam kenal dari saya, pendatang baru di dunia blogger. Dengan bertemakan Berbagi Pengalaman, insyaAllah saya akan menulis tentang banyak hal yang saya temui dalam hidup saya. Hal-hal yang nantinya akan saya tulis bukan selalu tentang hal yang saya alami senidiri. Namun, hal-hal yang saya tulis berdasarkan problematika yang terjadi di sekitar lingkungan saya. Dan secara tidak sengaja saya menjadi saksi atas problematika tersebut.

Alasan saya menulis hal itu adalah untuk berbagi pengalaman, semoga bisa menjadi hal yang bermanfaat untuk kita semua. Amiin. 

Menurut saya, setiap orang pasti memiliki cara mereka sendiri untuk bisa memahami ilmu. Ada yang belajar lewat Teori, ada yang belajar lewat Praktek, ada pula yang belajar dari Pengalaman.

• Bagi seseorang yang belajar dari  Teori, biasanya memiliki kecenderungan suka membaca. Dan semua yang ia baca bisa ia rekap ke dalam memori otaknya dengan cepat. Lalu, semua bacaan itu tersimpan dengan baik di memorinya.

• Bagi seseorang yang belajar dari 'Praktek'  cenderung tidak suka baca. Ia tidak suka baca karena teori yang ia baca hanya seperti angin lewat. Ia akan memahami pelajaran jika ia sendiri mempraktekkan atau mengalami sendiri apa ia yang pelajari tersebut.

• Menurut saya yang paling unik adalah orang yang belajar lewat Pengalaman, karena ia bisa saja terlihat sebagai seorang pemalas. Bahkan, tidak terlihat memiliki prestasi. Namun uniknya, seiring berjalannya waktu, biasanya orang-orang seperti ini akan tumbuh dengan luar biasa. Diumur dewasa mereka bisa bersaing dengan orang-orang berprestasi di masa kecilnya. Mereka (yang belajar dari Pengalaman ) mampu bergaul dengan lebih banyak orang. Dan tidak jarang mereka memiliki pergaulan dengan orang-orang berpengaruh. Memiliki teman-teman yang luar biasa, meskipun penampilan dan sikap mereka tetap terlihat biasa.

Dari cara belajar yang ketiga diatas, saya bemaksud menuliskan apa yang saya ketahui dan saya pelajari selama hidup saya sebagai pengalaman untuk dibagi. Menurut saya, tidak jarang seseorang harus belajar dari pengalaman orang lain, bukan hanya pengalaman dirinya sendiri. Di pembahasan selanjutnya, insyaAllah akan saya tulis artikel tentang ini. Semoga Allah memberikan kelancaran, kebaikan dan segala yang dibutuhkan. Amiin.

Sekian pengenalan dan sedikit penjelesan tentang arah kepenulisan saya di blog ini.

Semoga kita bisa saling mendapat manfaat. Amiin. 🤲

Oh ya, sebelum saya tutup, saya juga juga ingin mengenalkan diri sebagai diatributor buku dan jilbab Premium.

Bisa kunjungi akun https://instagram.com/choco_cis  untuk buku yang saya jual. Dan untuk koleksi Jilbab Premium bisa kunjungi akun  https://instagram.com/lapakchoco_cis .

Terimakasih. 🙏🙂

Wassalamu'alaikum...



Kenali diri Sendiri dan menerimanya.

Mengapa begitu? Mengapa harus menerimanya?  Apa ada dari kalian yang masih berfikir jika setiap dari kita pasti menerima diri sendiri?  Menu...